Mashdar Muawwal

عربيةالمصدر المؤول

Apa itu mashdar muawwal?

Mashdar muawwal adalah suatu susunan bahasa yang tersusun dari huruf mashdar dan jumlah ismiyah atau fi’liyah, posisinya bisa ditempati oleh mashdar sharih yang semakna dan mashdar muawwal mempunyai i’rab sebagaimana isim mufrad.

Mashdar muawwal tersusun dari:

Huruf Mashdariyah + Jumlah Mufidah = Mashdar Muawwal 

Contoh:

  يَسُرُّنِي أَنَّكَ نَجَحْتَ

Kelulusanmu menyenangkan aku.

Maka mashdar muawwal pada contoh yang lalu adalah  أَنَّكَ نَجَحْتَ

يسُّرني نَجَاحُكَ  =  يَسُرُّنِي أَنَّكَ نَجَحْتَ

نَجَاحُكَ = أَنَّكَ نَجَحْتَ

I’rab mashdar muawwal أَنَّكَ نَجَحْتَ : Pada posisi rafa’ fa’il,

Apa saja huruf mashdariyah itu?

Huruf mashdariyah ada 7:

  1. ( أَنَّ )

Susunannya seperti ini:

 أَنَّ ) + جُمْلَةٌ اسْمِيَّةٌ = مَصْدَرٌ مُؤَوَّلٌ)

 

Contoh:

سَرَّنِي أَنَّكَ مُجْتَهِدٌ

Engkau rajin, menyenangkan aku.

(سَرَّ : Fi’il madhi mabni atas fathah – Nun: Nun wiqayah – Ya’: Dhamir muttashil mabni pada posisi nashab maf’ul bih – أَنَّكَ : أَنَّ : Huruf taukid dan nashab – Kaf : Dhamir muttashil mabni pada posisi nashab isim anna – مُجْتَهِدٌ : Khabar anna marfu’dengan dhammah – Mashdar muawwal ( أَنَّكَ مُجْتَهِدٌ ) pada posisi rafa’ fa’il, tersiratnya adalah: سَرَّنِي اِجْتِهَادُكَ )

**************************

  1. ( أنْ )

Susunannya seperti ini:

أنْ ) + جُمْلَةٌ فِعْلِيَّةٌ = مَصْدَرٌ مُؤَوَّلٌ)

Contoh:

{أَنْ تَصُومُوا خَيرٌ لَكُمْ }

“Kalian berpuasa lebih baik bagi kalian”

(أَنْ  : Huruf mashdar – تَصُومُوا : Fi’il mudhari’ manshub dengan dihilangkan nun –  Wawul jama’ah : Dhamir muttashil pada posisi rafa’ fa’il –  Mashdar muawwal      (أَنْ تَصُومُوا ) : Pada posisi rafa’ mubtada’, tersiratnya adalah: صِيَامُكُمْ خَيرٌ لَكُمْ – خَيرٌ : Khabar mubtada’ marfu’ dengan dhammah)

***************************

  1. ( كَيْ )

Susunannya:

 كَيْ ) + جُمْلَةٌ فِعْلِيَّةٌ = مَصْدَرٌ مُؤَوَّلٌ)

Contoh:

 ( اِجْتَهِدْ لِكَيْ تَنْجَحَ )

Bersungguh-sungguhlah supaya engkau berhasil!

(Lam : Huruf jar – كي : Huruf mashdar – تَنْجَحَ : Fi’il mudhari’ manshub dengan fathah – Mashdar muawwal (كي تنجحَ )  pada posisi jar, isim majrur, tersiratnya adalah: اِجْتَهِدْ لِنَجَاحِكَ )

Catatan:

Huruf ( كَيْ ) untuk menjadi huruf mashdari disyaratkan harus didahului oleh huruf lam ta’lil, yang nampak atau yang tidak nampak.

Contoh yang nampak seperti contoh di atas.

Contoh yang tidak nampak:

اِلْتَحَقْتُ الْجَامِعَةَ كَيْ أَتَعَلَّمَ

Aku melanjutkan ke universitas itu untuk menuntut ilmu.

Tersiratnya:

اِلْتَحَقْتُ الْجَامِعَةَ لِكَيْ أَتَعَلَّمَ

Mashdar muawwalnya:

اِلْتَحَقْتُ الْجَامِعَةَ لِلتَّعَلُّمِ

***************************

  1. ( لَوْ )

Susunannya:

لَوْ) غَيرُ الشَّرْطِيَّةِ + جُمْلَةٌ مُفِيدَةٌ = مَصْدَرٌ مُؤَوَّلٌ)

Contoh:

( وَدَّ أَبُوكَ لَوْ نَجَحْتَ )

Ayahmu menginginkan supaya kamu berhasil.

(  وَدَّ: Fi’il madhi mabni atas fathah – أَبُوكَ : أَبُو : Fa’il marfu’ dengan wawu karena termasuk asma’ khamsah, Kaf: Dhamir muttashil mabni pada posisi jar mudhaf ilaih – لَوْ : Huruf mashdari – نَجَحْتَ : نَجَحْ : Fi’il mudhari’ mabni atas sukun, Ta’ : Dhamir muttashil mabni pada posisi rafa’ fa’il –  Mashdar muawwal  (لَوْ نَجَحْتَ ) : Pada posisi nashab, maf’ul bih, tersiratnya adalah: وَدَّ أَبُوكَ نَجَاحَكَ )

Catatan:

Biasanya  لو ) غير الشرطيّة) diawali oleh fi’il ( ودّ ) tanpa adanya jumlah syarat dan jumlah jawab syarat. Adapun ( لو ) الشرطيّة setelahnya ada jumlah syarat dan jumlah jawab syarat dan berada di awal kalimat.

Contoh:

َلَوْ رَأَيْتُكَ لَجَلَسْتُ مَعَك

Seandainya aku melihatmu niscaya aku duduk bersamamu.

( لو ) الشرطيّة )  dibahas pada bab tersendiri.

***************************

  1.  أ ) هَمْزَةُ التَّسْوِيَةِ)

Susunannya:

 أَ ) هَمْزَة ُالتَّسْوِيَةِ + جُمْلَةٌ مُفِيدَةٌ = مَصْدَرٌ مُؤَوَّلٌ)

Contoh:

{ سَوَاءٌ عَلَيهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ }

“Sama saja bagi mereka apakah engkau beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan”

(سَوَاءٌ : Khabar muqaddam marfu’ dengan dhammah – أَأَنْذَرْتَهُمْ : Hamzah : Hamzah taswiyah, huruf mashdari, أَنْذَرْتَهُمْ : Fi’il, fa’il dan maf’ul bih – Mashdar muawwal

( أَأَنْذَرْتَهُمْ ) : Pada posisi rafa’ mubtada’ muakhkhar – لَمْ تُنْذِرْهُمْ : Mashdar muawwal pada posisi rafa’ di’athafkan kepada ( أَأَنْذَرْتَهُمْ ) – Tersiratnya:

( سَوَاءٌ عَلَيهِمْ إِنْذَارُكَ إِيَّاهُمْ أَمْ عَدَمُ إِنْذَارِكَ إِيَّاهُمْ)

Catatan:

Biasanya hamzah ini diawali oleh kata ( سواء ) dan biasanya dii’rab sebagai khabar muqaddam. Mashdar muawwal setelahnya dii’rab sebagai mubtada’ muakhkhar.

***************************

  1. ما ) المصدريَّة)

Susunannya:

 مَا ) المَصْدَرِيَّةُ + جُمْلَةٌ فِعْلِيَّةٌ = مَصْدَرٌ مُؤَوَّلٌ)

Contoh:

  ( أَفْرَحَنِي مَا سَمِعْتُ عَنْكَ )

Apa yang aku dengar darimu menyenangkan aku.

(أَفْرَحَنِي  : أَفْرَحَ : Fi’il madhi mabni atas fathah, Nun : Wiqayah, Ya’: Dhamir muttashil mabni atas sukun pada posisi nashab maf’ul bih – مَا : Huruf mashdari – سَمِعْتُ : سَمِعْ : Fi’il madhi mabni atas sukun, Ta’ : Dhamir muttashil mabni atas dhammah pada posisi rafa’ fa’il – Mashdar muawwal (مَا سَمِعْتُ) : Pada posisi rafa’ fa’il tersiratnya:  أَفْرَحَنِي سَمَاعِي عَنْك)

***************************

  1. ما ) الظرفية)

Susunannya:

مَا ) الظَّرْفِيَّةُ + جُمْلَةٌ فِعْلِيَّةٌ = مَصْدَرٌ مُؤَوَّلٌ)

Contoh:

( أَتَمَسَّكُ بِدِينِي مَا عِشْتُ )

Aku akan berpegang teguh dengan agamaku selama aku hidup.

( أَتَمَسَّكُ : Fi’il mudhari’ marfu’ dengan dhammah, Fa’ilnya dhamir mustatir tersiratnya أَنَا – بِدِينِي : Jar wa majrur, Ya’ : Dhamir muttashil mabni pada posisi jar mudhaf ilaih – مَا عِشْتُ : مَا : Huruf mashdari, عِشْتُ : Fi’il madhi mabni atas sukun, Ta’: Dhamir muttashil pada posisi rafa’ fa’il – Mashdar muawwal (مَا عِشْتُ) : Pada posisi nashab zharaf zaman, tersiratnya:  أَتَمَسَّكُ بِدِينِي مُدَّةَ عَيشِي)

Catatan:

Lafadz ( ما ) mempunyai beberapa arti, bisa sebagai:

-isim maushul (sebagaimana dalam pembahasan isim maushul nanti),

-isim istifham (sebagaimana dalam pembahasan isim istifham nanti),

-huruf penafi (sebagaimana dalam pembahasan kana dan inna nanti),

-huruf tambahan.

Cara membedakan dengan selain mashdari adalah apabila huruf ini dan kalimat setelahnya bisa ditakwilkan kepada mashdar maka ia adalah huruf mashdari, apabila tidak maka bukan huruf mashdari.

*************************** 

  1. (الَّذِي)

Susunannya:

اَلَّذِي + جُمْلَةٌ مُفِيدَةٌ = مَصْدَرٌ مُؤَوَّلٌ

Contoh:

{وَخُضْتُمْ كَالَّذِي خَاضُوا}

“Dan kalian memperbincangkan seperti mereka yang telah memperbincangkan” (At Taubah: 69)

(خُضْتُمْ : خَاضَ : Fi’il madhi mabni atas sukun, تُمْ : Dhamir mttashil mabni atas sukun pada posisi rafa’ fa’il – Kaf: Huruf jar – الَّذِي : Huruf mashdari – خَاضُوا : خَاضُ : Fi’il madhi mabni atas dhammah, Wawul jama’ah: Dhamir muttashil mabni atas sukun pada posisi rafa’ fa’il – Mashdar muawwal ( الَّذِي خَاضُوا ) : Pada posisi jar isim majrur, tersiratnya:

وَخُضْتُمْ كَخَوْضِهِمْ )

Catatan:

Lafadz ini biasanya sebagai isim maushul, tetapi sebagian ulama menyatakan bahwa huruf ini terkadang bisa menjadi huruf mashdari, sebagaimana dalam ayat di atas. Seandainya kata tersebut adalah isim maushul maka seharusnya: اَلَّذِينَ karena shilah maushulnya mengandungi dhamir jama’.

***************************

Bagaimana cara merubah mashdar muawwal menjadi mashdar sharih?

Cara merubah mashdar muawwal menjadi mashdar sharih adalah sebagai berikut:

  1. Apabila setelah huruf mashdari adalah jumlah fi’liyah, maka langsung diberikan mashdar dari fi’ilnya dan diidhafahkan kepada dhamir fi’il tersebut. Sebagaimana dalam contoh-contoh di atas.
  2. Apabila huruf mashdarinya adalah ( أَنَّ ), maka rinciannya sebagai berikut:

a.  Apabila khabar berupa jumlah fi’liyyah, fi’ilnya fi’il mutasharrif atau isim musytaq mutasharrif (isim fa’il, isim maf’ul, syifah musyabbahah), maka kita datangkan mashdar dari khabar anna tersebut kemudian diidhafahkan kepada isim anna, contoh:

سَرَّنِي أَنَّكَ مُجْتَهِدٌ = سَرَّنِي اِجْتِهَادُكَ

b. Apabila khabar berupa isim jamid atau fi’il jamid, maka ditakwilkan dengan lafadz ( كَوْن ) yang diidhafahkan kepada isim anna.

Contoh:

بَلَغَنِي أَنَّ زَيدًا أَخُوكَ  =  بَلَغَنِي كَونُ زَيدٍ أَخَاكَ

Telah sampai berita kepadaku bahwa Zaid adalah saudaramu.

c. Apabila khabar berupa jar wa majrur atau zharaf, maka ditakwil dengan lafadz (اِستِقْرَار ) atau yang semakna kemudian diidhafahkan kepada isim anna. Contoh:

بَلَغَنِي أَنَّ زَيْدًا فِي المَسْجِدِ = بَلَغَنِي اسْتِقْرَارُ زَيدٍ فِي المَسْجِدِ

Telah sampai berita kepadaku bahwa Zaid di mesjid.

d. Apabila khabar anna dinafikan, maka kita datangkan lafadz (عَدَم) kemudian diidhafahkan kepada mashdar. Contoh:

وَثَقْتُ أَنَّكَ لَا تُهْمِلُ = وَثَقْتُ عَدَمَ إِهْمَالِكَ

Aku yakin bahwa engkau tidak menyia-nyiakan.

***************************

Bagaimana cara mengi’rab mashdar muawwal?

Cara mengi’rab:

Apabila kita bisa merubah mashdar muawwal kepada mashdar sharih berarti kita bisa mengetahui i’rabnya. I’rab mashdar muawwal antara lain:

  1. Mubtada’, sebagaimana dalam contoh yang lewat,
  2. Khabar,
  3. Fa’il,
  4. Naibul fa’il,
  5. Isim kana dan saudaranya,
  6. Khabar kana dan saudaranya,
  7. Maf’ul bih,
  8. Maf’ul liajlih,
  9. Maf’ul ma’ah,
  10. Mustatsna,
  11. Isim majrur,
  12. Mudhaf ilaih, dan
  13. Tabi’.

Catatan:

Apabila mashdar muawwal terletak setelah fi’il yang menashabkan dua maf’ul, maka mashdar muawwal menempati posisinya dua maf’ul tersebut.

Contoh:

ظَنَنْتُ أَنَّ زَيدًا قَائِمٌ

Aku menyangka bahwa Zaid berdiri.

Sumber:

  1. Al Kawakib ad Durriyyah, karya al Ahdal, cetakan DKI Lebanon 2004,
  2. Muqarrar Jami’ah King Abdul Aziz, Maddah Nahwu Semester 2, DR. Ahmad al ‘Adhib,
  3. http://www.zajel.edu.ps/Lessondata/12/arabic/2006/11-2006/المصدر المؤول.doc
  4. http://www.startimes.com/?t=14177668
Iklan

15 respons untuk ‘Mashdar Muawwal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s