Definisi Mubtada` dan Jenisnya

(Hlm. 27-28)

1. Mubtada adalah isim marfu’ yang terletak di awal kalimat.

Contoh:

الذَّهَبُ مَعْدِنٌ

Emas adalah barang tambang.

( الذَّهَبُ : Mubtada` marfu` dengan dhammah)

القَاضِيَانِ يَحْكُمَانِ بِالعَدْلِ

Dua hakim itu memutuskan dengan adil.

( القَاضِيَانِ :  Mubtada` marfu` dengan alif karena mutsanna)

الَّاعِبُونَ مُتَنَافِسُونَ

Para pemain itu saling bersaing.

( الَّاعِبُونَ : Mubtada marfu` dengan wawu karena jama` mudzakkar salim)

الشُّرَكَاءُ مُتَّفِقُونَ

Para mitra itu sepakat.

( الشُّرَكَاءُ : Mubtada` marfu` dengan dhammah karena jama` taksir)

المُمَرِّضَاتُ رَحِيمَاتٌ

Para perawat itu penyayang.

( المُمَرِّضَاتُ : Mubtada` marfu` dengan dhammah karena jama` muannats salim)

2. Mubtada dapat berupa:

a. Isim mu`rab (sebagaimana dalam contoh-contoh di atas).

b. Isim mabni (dhamir, isim isyarat, isim maushul atau isim syarat dan seterusnya…)

Contoh:

أَنا عَرَبِيٌّ

Aku orang arab.

(أَنا : Dhamir mabni pada posisi rafa’ mubtada’)

{هَٰذَا مِن فَضْلِ رَبِّى}

“Ini adalah keutamaan dari Tuhanku” (An Naml: 40)

(هَٰذَا : Isim isyarah mabni pada posisi rafa’ mubtada’)

الَّذِي فَازَ بِالجَائزَةِ لَهُ اِنْتَاجٌ أَدْىى رَائِع

Yang mendapat penghargaan adalah yang menghasilkan karya sastra yang…[1]

(الَّذِي : Isim maushul mabni pada posisi rafa’ mubtada’)

مَنْ يَزْرَعْ يحْصُدْ

Barangsiapa menanam maka ia yang memanen.

(مَنْ : Isim syarat mabni pada posisi rafa’ mubtada’)

(Akan datang penjelasan tentang hal ini pada pembahasan isim mabni di pasal ke dua.)

c. Mashdar muawwal dari أَنْ dan fi`il[2].

Contoh:

أَنْ تَتَّحِدُوا خَيْرٌ لَكُمْ

Kalian bersatu lebih baik bagi kalian.

(Mashdar muawwal dari  أَنْ تَتَّحِدُوا  yaitu اِتِّحَادُكُمْ : Mubtada`)

3. Mubtada selalu di awal kalimat, tetapi boleh dimasuki oleh lam berfathah yang diistilahkan “lam ibtida`”, sebagaimana juga boleh didahului oleh huruf nafi atau huruf istifham. Huruf-huruf ini tidak berpengaruh terhadap mubtada` dari sisi i`rab-nya

Contoh:

لَزَيْدٌ أَفْضَلُ منْ عَمْرٍو

Zaid benar-benar lebih baik dari Amer.

( لَزَيْدٌ : Lamnya adalah lam ibtida` – Zaid : Mubtada` marfu` dengan dhammah)

مَا نَيْلُ المَطَالِبِ بِالتَّمَنِّي

Cita-cita tidak dicapai dengan angan-angan.

(مَا : Huruf nafi – نَيْلُ : Mubtada’ marfu’)

هَلْ أَنْتَ نَاجِحٌ

Apakah kamu berhasil?

(هَلْ : Huruf istifham – أَنْتَ : Dhamir mabni pada posisi rafa’ mubtada’)

[1] Tulisan di kitab aslinya tidak jelas.
[2] Lihat pembahasan Mashdar Muawwal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s